BONDOWOSO, Zonapos.co.id – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso melalui Seksi Bimas Islam menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam dengan tema “Penyuluh Agama Sebagai Penggerak Moderasi Agama” berlangsung di Aula Graha NU Kabupaten Bondowoso. Kamis (13/06/2024)
Acara ini secara resmi dibuka oleh Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Bondowoso, H. Suharyono. Dalam sambutannya, H. Suharyono menekankan pentingnya peran penyuluh agama dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi dan sebagai garda terdepan. Penyuluh agama Islam diharapkan menjadi penggerak utama dalam menggalakkan moderasi beragama.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat menyampaikan pentingnya moderasi beragama kepada masyarakat Bondowoso. Bondowoso bisa mencontoh kabupaten Lumajang dalam hal moderasi. Saya yakin Bondowoso mampu, asalkan ada kerjasama di tingkat desa antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak terkait lainnya, sehingga nantinya ada hasil yang dimunculkan dari kegiatan tersebut.” tuturnya

Selanjutnya, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, H.M. Noer Fauzan, selaku ketua pelaksana, menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas penyuluh agama Islam dalam moderasi beragama untuk menghadapi tantangan kontemporer terkait keberagaman dan toleransi.
“Kami berharap, melalui pembinaan ini, penyuluh agama dapat menjadi garda terdepan dalam menyampaikan dan mensosialisasikan moderasi beragama kepada masyarakat di Kabupaten Bondowoso untuk membangun masyarakat yang rukun, damai dan kondusif,” ungkapnya.
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri utama, dari Satbinmas Polres Bondowoso dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bondowoso yang memberikan wawasan mendalam kepada para peserta.

Kepala Satbinmas Polres Bondowoso, AKP Didik Sugiarto, S.H., menyampaikan materi tentang wawasan kebangsaan, ia menekankan pentingnya nasionalisme dan persatuan dalam kerangka moderasi beragama.
“Moderasi beragama menjadi perhatian utama kita, termasuk Polri dan TNI, karena penting untuk dihidupkan dalam masyarakat. Dengan mempromosikan moderasi, potensi konflik dapat diminimalisir sehingga tercipta keamanan dan ekonomi meningkat. Namun, jika hal ini diabaikan, ancaman konflik akan semakin besar.” jelasnya
Sementara itu, pengurus FKUB Kabupaten Bondowoso, Drs. Chusnuddin, M.Si., menegaskan peran Penyuluh Agama Islam sebagai penggerak moderasi beragama, mendorong pemahaman yang seimbang dan toleran di tengah masyarakat.
“Moderasi beragama bukan memoderasi ajaran agama, tetapi memoderasi pemahaman dan pengamalan umat beragama dari sikap ekstrem,” singkatnya

Kegiatan ini dihadiri oleh penyuluh agama Islam se-Kabupaten Bondowoso, dengan antusias mereka menunjukkan komitmen untuk mengimplementasikan pengetahuan yang didapat sebagai penyuluh agama dan penggerak moderasi agama dengan menyerukan bangga menjadi penyuluh agama.
“Siapa Kita: Penyuluh Agama Islam Penggerak Moderasi Beragama. Motto Kita: Siap Menjaga NKRI. Penyuluh Agama Islam Penggerak Moderasi Beragama: Cinta Toleransi, Cinta Tanah Air, Cinta Budaya, dan Cinta Damai.” Seru Kasi Bimas diikuti oleh penyuluh agama dengan penuh semangat.
Adanya pembinaan ini, diharapkan penyuluh agama di Bondowoso dapat lebih berperan aktif dalam menyebarkan pesan-pesan moderasi beragama, sehingga tercipta masyarakat yang lebih harmonis dan damai. Kegiatan ini juga menjadi langkah konkret dalam mendukung program nasional yang mengedepankan moderasi beragama sebagai salah satu pilar utama membangun bangsa Indonesia dengan keberagamannya.
Pewarta: Ali Wafi





































