JEMBER, Zonapos.co.id – Kabupaten Jember menjadi tuan rumah dua ajang besar sekaligus, yaitu Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Drum Band Jawa Timur 2025 dan International Jember Marching Carnival. Rangkaian kegiatan dimulai dengan technical meeting yang digelar di Rumah Makan Lestari Jember, Selasa (19/08/2025).
Acara ini dihadiri perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain PDBI (Persatuan Drum Band Indonesia) Provinsi Jawa Timur serta delegasi dari Ngawi, Surabaya, Mojokerto, Jombang, Blitar, Pasuruan, Probolinggo, dan Jember.
Ketua KORMI sekaligus Ketua PDBI Jember, Tri Basuki, menyampaikan bahwa sekitar 95 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan, kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju kejuaraan internasional.
“Meski diselenggarakan secara mendadak, acara ini tetap dilaksanakan sebagai pembuka. Tahun depan akan kami gelar bersamaan sekaligus sebagai ajang promosi,” ujarnya.
Tri menambahkan, materi lomba tahun ini disesuaikan dengan keterbatasan waktu, sehingga lebih difokuskan pada parade.
“Selain menghibur masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengangkat sport tourism di Jember,” tambahnya.
Sebagai daya tarik tambahan, panitia menyiapkan tiket gratis bagi peserta untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Jember, seperti Patung Baturaja. Panitia juga menjalin kerja sama dengan PHRI Jember guna menyediakan akomodasi bagi para peserta.
Sementara itu, Wakil Ketua Bimpers PDBI Jawa Timur, Didik Hermansyah, menjelaskan bahwa materi lomba yang dipertandingkan tidak jauh berbeda dengan ajang Porprov, meski ada beberapa yang ditiadakan.
“Kami melombakan LBB (Lomba Baris Berbaris) dan LOG (Lomba Unjuk Gelar), ditambah IC (Individual Contest),” jelasnya.
Terdapat 10 jenis lomba individual yang akan digelar, di antaranya paramanda, colour guard, terompet, dan marimba. Peserta dibagi ke dalam kelompok usia TK, SD/MI, dan SMP/MTs.
Didik menegaskan, ajang ini penting untuk menjaring bibit-bibit unggul.
“Harapannya, peserta dapat mengikuti semua mata lomba yang tersedia sehingga kami bisa menemukan bibit potensial untuk berlaga di level yang lebih tinggi,” tutupnya.
Pewarta: Nurul






























