Bengkayang | zonapos.co.id – Lonjakan harga bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan kembali terjadi di Bengkayang, Minggu (15/02/2026).
Kenaikan yang dinilai tidak wajar ini memunculkan dugaan adanya permainan pada rantai distribusi sembako yang merugikan masyarakat kecil.
Pantauan di sejumlah kios dan toko bahan pokok menunjukkan harga beberapa komoditas melonjak tajam dalam waktu singkat. Bawang merah, misalnya, dilaporkan dijual dengan harga Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Padahal, menurut warga, pasokan di pasaran tidak sepenuhnya kosong.
Salah seorang warga, Yuni (37), menilai lonjakan harga tersebut bukan sekadar akibat mekanisme pasar, melainkan sudah menjadi pola yang berulang setiap momentum hari besar keagamaan.
“Setiap Idul Fitri, Natal, Imlek, bahkan Gawai Dayak, harga sembako selalu naik. Seolah sudah ada yang mengatur. Kami masyarakat kecil selalu jadi korban,” ungkapnya kepada zonapos.co.id.
Menurut Yuni, alasan yang disampaikan pedagang hampir selalu seragam, yakni harga dari pemasok naik atau barang disebut langka. Namun, ia mencurigai alasan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Hampir setiap hari harganya naik dengan alasan yang sama. Ini membuat kami bertanya-tanya, apakah benar barang langka atau memang sengaja ditahan agar harga naik,” katanya.
Indikasi dugaan permainan distribusi juga terlihat dari sikap sebagian penjual yang terkesan tidak peduli terhadap kondisi pembeli. Yuni mengaku pernah mendapat jawaban, “Kalau mau beli silakan, kalau tidak juga tidak apa-apa,” saat mempertanyakan mahalnya harga.
“Kami ini petani, tidak punya penghasilan tetap. Jawaban seperti itu sangat menyakitkan dan seolah tidak ada rasa kemanusiaan,” tambahnya.
Kondisi tersebut memicu desakan agar pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan melakukan sidak pasar, menelusuri rantai distribusi sembako dari hulu ke hilir, serta memastikan tidak ada penimbunan atau permainan harga menjelang hari raya.
Masyarakat berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tidak hanya fokus pada seremonial hari besar keagamaan, tetapi juga hadir nyata melindungi rakyat kecil dari praktik-praktik yang diduga merugikan konsumen.
Jika tidak ada langkah tegas, warga khawatir lonjakan harga sembako setiap hari raya akan terus menjadi “ritual tahunan” yang mengorbankan masyarakat ekonomi lemah.
Pewarta : Yohanes Aya,Nurdin Mahmud
Editor : Rinto Andreas
#disperindakbengkayang
#bengkayangviral
#pemdabengkayang
#rastvbengkayang











