JEMBER, Zonapos.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai NasDem, H. Deni Prasetya, menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Hukum dan Pemerintahan” di Hotel Royal Jember, Minggu (18/05/2025).
Dalam kesempatan tersebut, H. Deni menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi desa dan mewujudkan swasembada pangan.
Sosialisasi ini menghadirkan Didik Muzani, S.H., M.H. sebagai narasumber utama dan Hj. Winti Isnaini, S.Ag., M.Pd. selaku perwakilan dari Jam’iyah Shalawat Nariyah, serta dihadiri oleh sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, H. Deni menekankan pentingnya pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai program strategis dari pemerintah pusat. Ia menyampaikan bahwa koperasi yang dibentuk harus dikelola secara profesional dan melibatkan pengurus yang kompeten.
“Berdirinya Koperasi Desa Merah Putih di setiap desa harus benar-benar dikelola oleh orang-orang yang memiliki kapasitas. Jangan asal rekrut, karena jika tidak kompeten, bisa menciderai tujuan utama dari program ini,” tegas Deni.
Ia juga mengingatkan bahwa pendirian koperasi tidak boleh hanya bersifat formalitas. “Kalau koperasi hanya dibentuk tanpa manajemen yang baik, saya khawatir KDMP hanya akan tinggal nama,” tambahnya.
Menurutnya, koperasi ini harus menjadi sarana nyata dalam meningkatkan perekonomian desa, serta berpihak kepada masyarakat. Ia juga menggarisbawahi bahwa keberadaan koperasi harus mendukung pemerataan ekonomi dan swasembada pangan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Deni menyampaikan bahwa setiap desa nantinya diharapkan memiliki satu Koperasi Merah Putih yang akan mengelola potensi lokal secara maksimal, seperti sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
“Koperasi ini harus menjadi pusat aktivitas ekonomi desa, termasuk dalam penyediaan bahan pokok murah, sayur-mayur, hingga hasil perikanan. Bahkan, daerah yang tidak memiliki akses laut perlu mengembangkan budidaya ikan air tawar untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinkronisasi dengan koperasi yang telah lebih dulu eksis. “Kehadiran KDMP jangan sampai mematikan koperasi yang sudah berjalan. Harus ada pemetaan dan evaluasi agar saling melengkapi, bukan saling melemahkan,” tutupnya.
Pewarta: Nurul





































