BONDOWOSO, Zonapos.co.id – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Sukosari, Bondowoso, mendampingi petugas dari PD Pontren dalam kegiatan survei lembaga pendidikan yang mengajukan perpanjangan izin operasional (Ijop). Rabu, (29/05/2024)
Kegiatan ini bertujuan agar lembaga-lembaga tersebut dapat diakui oleh pemerintah daerah dan memenuhi syarat untuk menerima Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Madrasah Diniyah Takmiliyah (Madin).

Tim dari PD Pontren yang hadir dalam kegiatan ini antara lain H. Abd. Rahman, Indri, dan Mega. Mereka melakukan survei terhadap beberapa lembaga pendidikan, di antaranya MDTA Nurul Hasan Nogosari dan MDTA Miftahul Ulum Kerang.
“Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan bahwa lembaga pendidikan diniyah dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan demikian, mereka dapat memperoleh pengakuan resmi dan layak menerima BOSDA Madin,” ujar H. Abd. Rahman.
Selama survei, tim PD Pontren bersama FKDT Sukosari memeriksa berbagai aspek dari lembaga yang dikunjungi, mulai dari kelengkapan administrasi, fasilitas pendidikan, hingga kualitas pembelajaran yang diberikan.
Ustad Fajri, FKDT Sukosari, menambahkan hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa lembaga-lembaga tersebut memenuhi syarat dan siap memberikan pendidikan yang berkualitas kepada para santri.
“Kami berharap dengan adanya pendampingan dan survei ini, lembaga-lembaga pendidikan diniyah di Bondowoso dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pendidikan agama di daerah ini,” tambah Ustad Fajri.

Kepala MDTA Nurul Hasan Nogosari, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh FKDT dan PD Pontren.
“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan dan survei yang dilakukan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga kami,” katanya.
Sementara itu, Kepala MDTA Miftahul Ulum Kerang, juga menyambut baik kegiatan ini.
“Survei ini sangat membantu kami dalam mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk perpanjangan izin operasional. Kami berharap bisa segera mendapatkan pengakuan resmi dan menerima BOSDA Madin,” ujarnya.
Pewarta: Ali Wafi





























