Jember, Zonapos.co.id – Disiplin menjadi nilai utama di SMA Diponegoro, Kecamatan Panti, Jember, di mana setiap individu di lingkungan sekolah dituntut untuk menjadikan disiplin sebagai bagian dari kehidupan mereka. Hal ini diterapkan secara konsisten, mulai dari langkah pencegahan hal-hal negatif seperti penculikan, hingga penerapan aturan ketat terhadap kedisiplinan siswa.
Saat awak media Zonapos berkunjung ke sekolah, Rudi Bahtiar, Staf Tata Usaha SMA Diponegoro Panti, dengan hangat menyambut dan menjelaskan bagaimana disiplin di sekolah ini telah menjadi “nafasku” bagi para siswa.
“Siswa di sini dituntut untuk disiplin, sehingga nilai tersebut tertanam dalam diri mereka,” ujar Rudi Bahtiar. Senin, (02/09/2024)
Rudi juga menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar dimulai setiap hari pada pukul 06.30 WIB, diawali dengan sholat sunnah Dhuha dan kultum dari guru.
“Anak-anak dituntut untuk datang tepat waktu. Pukul 06.15 WIB mereka sudah harus berada di sekolah. Bagi yang terlambat, akan dikumpulkan di depan untuk diberikan pengarahan,” tambahnya.

Prestasi SMA Diponegoro dalam bidang kedisiplinan semakin terbukti dengan masuknya nominasi terbaik dalam kegiatan lomba upacara di Kecamatan Panti.
Kepala Sekolah, Ibar Budi Cahyono, S.S., menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian sekolah yang telah dua tahun berturut-turut, pada 2023 dan 2024, menjadi peserta upacara terbaik.
“Dalam kegiatan lomba upacara, alhamdulillah anak-anak kami berhasil meraih peringkat satu sebagai peserta upacara terbaik. Untuk meraih juara tersebut, butuh proses yang tidak mudah. Siswa dilatih disiplin melalui kegiatan upacara, mulai dari kerapian seragam hingga sikap,” jelas Ibar.

Menurutnya, slogan “Disiplin adalah Nafasku” merupakan inisiatif dari ketua yayasan, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai disiplin bukan hanya melalui tindakan, tetapi juga melalui pola pikir siswa.
“Slogan ini memotivasi siswa untuk menjadikan disiplin sebagai bagian dari kehidupan mereka, baik dalam waktu, ilmu, maupun aspek lainnya,” katanya.
Sekolah ini juga menekankan pentingnya kebersihan lingkungan, yang menurut Ibar, memberikan rasa nyaman bagi seluruh warga sekolah. Selain itu, SMA Diponegoro juga telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dengan salah satu tema utamanya adalah Bhinneka Tunggal Ika.
“Kami memperkenalkan budaya-budaya Indonesia kepada siswa melalui tema ini, yang menekankan keragaman budaya namun tetap dalam satu kesatuan bangsa,” ujarnya.
Ibar menambahkan, P5 bertujuan untuk membentuk karakter siswa sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
“Karakter sangat penting karena menentukan baik buruknya sebuah bangsa. Program P5 ini dirancang untuk mendukung tercapainya profil tersebut melalui pembelajaran berbasis proyek,” jelasnya.

SMA Diponegoro Panti Jember telah berhasil mempertahankan akreditasi A selama dua periode terakhir, yang menurut Ibar merupakan hasil dari kerja keras seluruh komponen sekolah, mulai dari guru, stakeholder, hingga siswa.
“Alhamdulillah, akreditasi A yang kami peroleh kembali merupakan bukti dari dedikasi dan komitmen seluruh warga sekolah,” tutupnya.
Pewarta: Nurul




































