SAMPANG, Zonapos.co.id – Senin (08/07/2024) Desa Rohayu, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang menggelar rembuk stunting yang menjadi amanat Pemerintah Kabupaten Sampang terhadap pemerintah desa agar memprioritaskan penggunaan dana desa tahun 2024 untuk pencegahandan penanganan stunting. Pelaksana dari rembuk stunting desa Rohayu yaitu Kader Pembangunan Manusia (KPM).
Hadir dalam kegiatan ini PJ Rohayu, mantan Kepala Desa,(TAPM) Tenaga ahli pemberdayaan Masyarakat Kabupaten, Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Kedungdung, perwakilan kader Posyandu desa, Penyuluh Tani Desa, BPD, para kepala dusun, kader PAUD, Puskesmas kedungdung, Karang Taruna, perwakilan pendamping desa, dan Babinsa .
Nara sumber Tenaga ahli pemberdayaan Masyarakat Kabupaten (TAPM) Muhlis menyampaikan bahwa rembuk stunting bersifat terpusat dan diinstruksikan langsung dari pemerintah pusat. Permasalahan stunting menjadi prioritas pemerintah dikarenakan masalah ini mempengaruhi kualitas SDM yakni terhambatnya tumbuh kembang anak, dan lain-lain,”Muhlis, Senin (08/07/2024).
Oleh sebab itu, program ini harus dilaksanakan secara terpadu, terkoordinasi oleh berbagai lintas sektor.
Di samping itu, mengingat urgensi persoalan stunting ini, Pemerintah akan meninjau RKP Desa dan APBDes untuk memastikan adanya program penanganan dan pencegahan stunting. Jika dalam dokumen RKP tidak ada program tersebut, maka alokasi dana desa tidak akan ditransfer untuk tahun 2025. Langkah ini diambil pemerintah kabupaten dengan harapan dapat membangun kapasitas dan komitmen pemerintah daerah dalam merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi intervensi yang terpusat guna mengurangi angka gagal tumbuh anak. Hal ini menjadi penting sebab pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah komitmen pencapaian pemerintah dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB),”jelasnya.
Sementara Dr. Nur Anisah PKN Kedudung mewakili Pak Kapus menyampaikan bahwa Stunting adalah gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi, di mana dalam jangka pendek dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme, dan pertumbuhan fisik pada anak. Sementara, dalam jangka panjang, dampak stunting adalah sebagai berikut: Kesulitan belajar. Penyakit jantung dan pembuluh darah,”ungkapnya.
Dan penyebab utama stunting adalah malnutrisi dalam jangka panjang (kronis). Kekurangan asupan gizi ini bisa terjadi sejak bayi masih di dalam kandungan karena ibu tidak mencukupi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
Untuk mencegah stunting:
Nutrisi Ibu Hamil, ASI Eksklusif
Makanan Pendamping ASI (MPASI)
Edukasi dan Konseling, Perhatian Khusus pada Bayi Prematur, Peran Ahli Gizi dan Petugas Kesehatan dan Kesadaran Pentingnya Pencegahan Stunting,”jelasnya.
Sementara PJ Kepala Desa Rohayu Rohayu Mat Anwar menyampaikan poin- poin penetapan usulan kegiatan prioritas berdasarkan persentase Rembuk stunting di desa Rahayu :
1. Layanan posyandu satu kali sebulan tiap dusun
2. Pemberian makanan bayi dan anak secara tepat (inisiasi menyusui dini, ASI eksklusif 0 sampai 6 bulan makanan pendamping ASI berbasis lokal)
3. Kelas ibu balita sebanyak 3 kelas
4. Kelas ibu hamil
5. Pemberian sembako pada 2 keluarga anak terkena stunting
6. Pemberian susu untuk ibu hamil kek
7. Pembuatan tandon air dari kelompok tani
8. Sosialisasi kesehatan dan kelas catin usulan dari BPD desa rohayu
9. pemanfaatan pekarangan rumah melalui kegiatan penanaman benih bibit tanaman herbal dan sayuran,”ucapnya.





























