SAMPANG, Zonapos.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan di daerahnya saat ini memasuki kemarau basah. Kondisi ini terjadi hujan yang tidak dapat diprediksi sehingga masyarakat yang lebih sering beraktivitas diluar untuk lebih waspada.
Kelaksa BPBD Sampang Candra Romadhani Amin menjelaskan, kemarau basah yang terjadi di musim kemarau itu diakibatkan terjadinya anomali iklim La Nina pada 2024. Informasi tersebut didapatkan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Sampang sudah masuk puncak kemarau, dan juga bersamaan ada La Nina. Iklim sudah banyak mengalami perubahan, masuk kemarau tetap ada hujan, istilahnya kemarau basah. Kondisi angin kencang terutama yang dari benua australi, juga kadang panas hujan dan berawan, kondisi ini gampang berubah dan rawan akan potensi bencana, maka dari itu warga dapat lebih waspada,” tuturnya, Kamis (22/08/2024).
Kata Candra, di musim kemarau ini, selain kekeringan terjadi di 102 Desa juga terjadi puting beliung.
“Angin puting beliung itu seperti yang terjadi kemarin di Kecamatan Karang Penang, cuma dampaknya ke pasar malam tidak sampai ke rumah penduduk,” jelasnya.
Chandra juga mengungkap bahwa di musim kemarau tahun ini ada sebanyak 102 desa di wilayahnya mengalami kekeringan dengan 3 kategori yakni kering kritis, kering langka dan langka terbatas.
“Kalau dari prediksi BMKG itu sudah terjadi di puncak pertengahan Agustus ini. Jadi diharapkan sebelum Oktober droping air sudah selesai. Mudahan yang dari APBD cepat cair dan bisa melakukan droping ke warga yang terdampak kekeringan,” ucapnya.




























