• DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
Kamis, 21 Mei 2026
  • Login
  • Register
Zonapos
  • Advertorial
    • Banyuwangi
    • Batu Bara
    • Tanjabbarat
    • Bondowoso
    • Cukai
    • DPR
    • Kota Malang
    • Pesisir Barat
    • Bengkayang
    • Kab. Malang
    • Pringsewu
    • Bengkayang
    • Tanggamus
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosbud
  • Hukum
    • Kriminal
  • TNI-POLRI
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Advertorial
    • Banyuwangi
    • Batu Bara
    • Tanjabbarat
    • Bondowoso
    • Cukai
    • DPR
    • Kota Malang
    • Pesisir Barat
    • Bengkayang
    • Kab. Malang
    • Pringsewu
    • Bengkayang
    • Tanggamus
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosbud
  • Hukum
    • Kriminal
  • TNI-POLRI
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Zonapos
No Result
View All Result
Home Artikel

BIOGRAFI KH. ASY’ARI, PENERIMA NU PERTAMA DI BONDOWOSO

Admin by Admin
17 Agustus 2024
in Artikel, Bondowoso
0
853
VIEWS

BONDOWOSO, Zonapos.co.id – KH. Asy’ari merupakan tokoh ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang sangat masyhur dikalangan masyarakat Bondowoso, terlebih warga masyarakat Wonosari. Bagi warga nahdliyin, ketika berbicara Nahdlatul Ulama (NU) yang ada di Wonosari maka nama KH. Asy’ari selalu terucap oleh mayoritas warga nahdliyin, karena beliaulah yang menerima Nahdlatul Ulama (NU) pertama di Kabupaten Bondowoso tepatnya di masjid al-Azhar  Wonosari pada tahun 1927 M.

KH. Asy’ari tercatat sebagai bagian dari periode al-awwalun dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bondowoso, menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah selama tiga periode berturut-turut, yaitu dari tahun 1935 hingga 1947 M.

KH. Asy’ari atau Kiyai Hasyim (nama daging), adalah salah satu putra dari lima bersaudara atas pernikahan antara KH. Muhammad Sholeh dengan Nyai Midasi. Ayah dari KH. Asy’ari sering disebut Pak Salim (nama kuniyah), masyhur dipanggil KH. Muhmammad Sholeh.

KH. Asy’ari lahir pada tahun 1885 di Desa Sumberkalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso Provinsi Jawa Timur. Pada masa itu, kondisi Desa Sumberkalong dipenuhi dengan tumbuhan alang-alang dan pepohonan tinggi sehingga masih terjaga kelestarian alamnya, bisa juga dikatakan sebagai wilayah hutan.

Kemudian keempat saudara KH. Asy’ari semuanya dilahirkan di Madura masjid Lajuh Kepanjin Sumenep diantaranya, Muhammad Salim, Nyai Luk, Nyai Tahwi, Nyai Sofiyah.

Riwayat pendidikan KH. Asy’ari, beliau menimba ilmu Agama langsung ke ayahandanya sendiri, KH. Muhmammad Sholeh. Setelah itu mengaji kepada KH. Abdul Lathief Kauman Bondowoso dan mengaji kepada KH. Kholil di Bangkalan Madura.

KH. Muhmammad Sholeh memondokkan KH. Asy’ari di Bangkalan Madura tidak hanya sendirian dari Bondowoso, melainkan bersama tiga temannya. Salah satu temannya adalah Ji Tina Desa Jurang Sapi Tapen atau abahnya KH. Ibrohim Desa Sumberkalong.

Setelah KH. Asy’ari menimba ilmu kepada Syaikhona Kholil Bangkalan, kira-kira pada tahun 1910 beliau kembali ke kampung halaman untuk mengamalkan ilmunya kepada masyarakat Wonosari dan sekitarnya.

Kembalinya beliau ke Wonosari, keadaan mental masyarakat masih rusak dan selalu menimbulkan keresahan dan kerusuhan yang disebabkan oleh tingkah laku para dursila (bromocorah). Judi, aduan sapi, merampok dan membunuh serta ketangkasan main pecut rotan (ojhung) menjadi tradisi masyarakat yang sulit untuk dirubah.

Namun, KH. Asy’ari untuk bisa merubah perilaku masyarakat tidaklah mudah. KH. Asy’ari harus menggunakan metode “Saya masuk di pintu mereka, lalu mereka keluar dari pintu saya”. Artinya beliau harus berbaur masuk ke dalam aktifitas masyarakat sehari-hari agar lebih dekat dengan masyarakat.

Ojhung merupakan tradisi, dimana para pemain, saling berhadapan dan saling cambuk dengan rotan. Permainan Ojhung dimaksudkan sebagai ajang perlombaan, untuk menguji nyali, kekuatan fisik, taktik dan ketangkasan para pemain. Tradisi ini sering dijadikan ajang taruhan ataupun judi oleh para peserta yang melihatnya, disini perlahan KH. Asy’ari merubah aturan permainan ojhung.

Kadang beliau terpaksa menebak dan menentukan sapi-sapi mana yang akan menjadi pemenang dalam gelanggang aduan sapi. Istimewanya, ternyata tebakan KH. Asy’ari benar, sapi yang ditebaknya selalu menang. Sehingga membuat para dursila menaruh perhatian kepada beliau. Banyak orang yang meminta doa dan mantra kepada KH. Asy’ari agar ayam dan taruhan judinya selalu menang.

Sejak saat itu, mulailah beliau dikenal oleh masyarakat sebagai Bindara (Gus) dengan sebutan Bindara Hasyim. Kesempatan itu digunakan oleh beliau untuk memasukkan ajaran Islam. Orang yang meminta doa dan Hizb, khususnya para dursila diwajibkan terlebih dahulu mengambil wudhu, membaca basmalah dan dua kalimat syahadat.

Mereka yang belum bisa mengambil wudhu, membaca basmalah dan syahadat, dibimbing sampai bisa. Setelah para dursila melakukan kewajibannya, barulah maksud mereka dituruti. Jadi, metode dakwah KH. Asy’ari tidak sama sekali menggunakan cara kekerasan, melainkan dengan kelembutan dan penuh pengayoman serta kasih sayang.

Proses Islamisasi yang diterapkan KH. Asya’ari di Bondowoso, Wonosari khususnya berjalan dengan aman dan damai, tanpa ada pergolakan serta kegoncangan psikologis dan sosial. Sebab, beliau KH. Asy’ari lebih menggunakan pendekatan kultural, yang sarat dengan simbol-simbol kebudayaan lokal.

Seiring berjalannya waktu, KH. Asy’ari dalam menyebarkan Agama Islam di wilayah Kecamatan Wonosari dan sekitarnya menuai hasil. Keberhasilan ini diikuti pula dengan jerih payah beliau untuk merintis Masjid al-Azhar Wonosari dan mendirikan Pondok Pesantren Darut Thalabah, serta menjadi Ketua Tanfidziyah pertama Jam’iyah Nahdlatul Ulama di wilayah Kabupaten Bondowoso.

Nama Pondok Pesantren Darut Thalabah awalnya adalah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Wonosari. Nama ini kemudian diubah menjadi Pondok Pesantren Darut Thalabah pada masa kepemimpinan KH. Ghozali Asy’ari.

Usaha dan doa dari sesama kyai tidak bisa dipungkiri perannya, salah satunya adalah KHR. Syamsul Arifin merupakan ayah dari KHR. As’ad Syamsul Arifin (pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo), dikala itu KHR. Syamsul Arifin menjadi dewan penasehat atau pembina di Pondok Pesantren Darut Thalabah Wonosari Bondowoso sekitar tahun 1916 M.

Berdirinya Pondok Pesantren Darut Thalabah, merupakan masa-masa yang begitu genting dimana kolonialisasi Belanda masih melanda wilayah Bondowoso dan sekitarnya, kemudian diikuti pula penjajahan Jepang. Kondisi ini membuat Pondok Pesantren Darut Thalabah selain sebagai pusat pendalaman ilmu agama, juga difungsikan sebagai basis pertahanan dan perjuangan rakyat melawan penjajah.

Selama masa perjuangan, masyarakat Wonosari dan sekitarnya termasuk didalamnya santri Pondok Pesantren Darut Thalabah, yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat khususnya preman, penjahat dan bromocorah ikut terlibat dalam perjuangan melawan penjajah.

KH. Asy’ari wafat pada hari ahad tanggal 22 shafar tahun 1367 H/ 04 Januari 1948 M, diusia yang ke 63 tahun, dimana pada saat itu, Negara Indonesia baru merayakan kemerdekaannya yang ke tiga. KH. Asy’ari dimakamkan di Desa Kelapa Sawit Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso atas dasar permintaan dan ikatan janji terhadap Bhujuk Mireng yang memiliki tanah kuburan.

Semoga kita mampu mengambil hikmah dari perjuangan beliau, dan apa yang selama ini beliau kerjakan, mampu untuk kita lanjutkan sebagai bentuk manifestasi estafet perjuangan beliau di Kabupaten Bondowoso. Aamiin ya robbal ‘alamin.

Penulis: Ali Wafi,  Sumber (Buku Haul Akbar KH. Asy’ari ke 64, KH. Moh. Hasyim Sonhaji, M.H.I. dan Lora. Khoirul Umam, BSA)

Tags: biografibondowosodarutthalabahjatimkh.asy'arinahdlatululamanahdliyinNUperjuangansumberkalongulamawonosari
Previous Post

Ada Apa,? Pengelolaan dan Pembayaran MoU Media di Pekon Dadirejo Jadi Sorotan

Next Post

Dana BUMDes Diduga Raib Entah Kemana Kepala Malah Bangun Rumah Milik Pribadinya

Admin

Admin

Next Post

Dana BUMDes Diduga Raib Entah Kemana Kepala Malah Bangun Rumah Milik Pribadinya

DPRD Kabupaten Sanggau

E-Katalog Versi 6 (Inaproc)

Perwakilan PJI Kolaka Timur Resmi Ditetapkan, Tonggak Baru Pers Bermartabat di Bumi Sultra

21 Mei 2026
352

Bupati Pesisir Barat Ajak Tingkatkan Semangat Pendidikan dan Kebangkitan Nasional Dalam Upacara Harkitnas 2026

21 Mei 2026
358

Polres Batu Bara Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-118 Tahun 2026

20 Mei 2026
352

Setelah Direnovasi Akhirnya Jembatan Gantung di Desa Tanggumong Diresmikan Kapolres Sampang

20 Mei 2026
352

Kalimantan Barat dan Kembalinya Negara Sentralistik: Pembangunan, Oligarki, dan “Kolonisasi Baru” dari Jakarta

20 Mei 2026
360

Senyum Anak-anak Batu Nyangka: Saat Asa Pendidikan Di Pelosok Tanggamus Diwujudkan TNI

20 Mei 2026
356

Kategori

Lainnya

Perwakilan PJI Kolaka Timur Resmi Ditetapkan, Tonggak Baru Pers Bermartabat di Bumi Sultra

by Rinto Andreas
21 Mei 2026
0
352

Kabupaten Kolaka Timur,zonapos.co.id-, Persatuan Jurnalis Indonesia resmi menambah catatan penting dalam perjalanan dunia pers nasional dengan meresmikan Perwakilan DPP PJI...

Read more

Bupati Pesisir Barat Ajak Tingkatkan Semangat Pendidikan dan Kebangkitan Nasional Dalam Upacara Harkitnas 2026

21 Mei 2026
358

Polres Batu Bara Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-118 Tahun 2026

20 Mei 2026
352

Setelah Direnovasi Akhirnya Jembatan Gantung di Desa Tanggumong Diresmikan Kapolres Sampang

20 Mei 2026
352

Kalimantan Barat dan Kembalinya Negara Sentralistik: Pembangunan, Oligarki, dan “Kolonisasi Baru” dari Jakarta

20 Mei 2026
360
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Muhammad Edo Korban Penusukan

Taman Raja Berduka Satu Orang Warganya Meninggal Ditempat Setelah Di Serang Orang Tidak Dikenal

1 Mei 2024
Camat Tungkal Ulu, Lurah Pelabuhan Dagang Ikut Dalam Pencarian Korban Tenggelam

Repy Tenggelam Setelah Terjun Dari Jembatan Sungai Pengabuan Pelabuhan Dagang

27 Mei 2024

Satu Lagi Korban Penyalahguna Narkotika Dievakuasi ke RSJ Jambi

20 Januari 2026

Dua Kepala Desa di Bengkayang Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi APBDes, Ditahan 40 Hari di Rutan

31 Juli 2025
Foto: Samsul Muliyo Kepala Desa Poncokusumo

Rp. 111 Juta Lebih, Insentif RT dan RW di Desa Poncokusumo Belum Dibayar, Alasan ADD Tahap Pertama Tidak Mencukupi

2 September 2024

Polres Tanjab Barat Akhirnya Hentikan Perkara Pembunuhan Di Taman Raja

12 Mei 2024

Keluarga Korban Telapor Pinta Pihak Polres Asahan Usut Tuntas PT AKA  Cabang Kisaran

31 Agustus 2024

Kecelakaan Maut Di Desa Tanjung Tayas,  Satu Orang Meninggal Di Tempat

19 Mei 2024

Dua Kepala Desa di Bengkayang Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi APBDes, Ditahan 40 Hari di Rutan

3

“Miris! Postu Desa Sumber Karya Bengkayang Rusak Parah, Warga Tak Punya Akses Kesehatan Layak”

1

Hadirkan H. Suyitno Direktur PTKIS Kemenag RI, STIT Togo Ambarsari Komitmen Tingkatkan SDM Kampus

0

Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag. MA. Ph.D., Lakukan Pembinaan Tata Kelola Kepada Civitas Akademik STIT Togo Ambarsari Bondowoso

0

STIT Togo Ambarsari Bondowoso, Gelar Studium General Bersama Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag, MA,. Ph.D, Rektor UINSA Surabaya

0

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso, Gelar Workshop Kurikulum Kampus Merdeka

0

MWC NU KECAMATAN WONOSARI, GELAR KONFERENSI KE-7 DI PONDOK PESANTREN DARUT THALABAH DESA SUMBERKALONG

0

Nahdlatul Ulama dan Sikap Politik Kiai As’ad Syamsul Arifin Sukorejo

0

Perwakilan PJI Kolaka Timur Resmi Ditetapkan, Tonggak Baru Pers Bermartabat di Bumi Sultra

21 Mei 2026

Bupati Pesisir Barat Ajak Tingkatkan Semangat Pendidikan dan Kebangkitan Nasional Dalam Upacara Harkitnas 2026

21 Mei 2026

Polres Batu Bara Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-118 Tahun 2026

20 Mei 2026

Setelah Direnovasi Akhirnya Jembatan Gantung di Desa Tanggumong Diresmikan Kapolres Sampang

20 Mei 2026

Kalimantan Barat dan Kembalinya Negara Sentralistik: Pembangunan, Oligarki, dan “Kolonisasi Baru” dari Jakarta

20 Mei 2026

Senyum Anak-anak Batu Nyangka: Saat Asa Pendidikan Di Pelosok Tanggamus Diwujudkan TNI

20 Mei 2026

Bangkit Bersama Demi Indonesia Maju, Pesan Ketua Pokja PWI Bengkayang di Harkitnas 2026

20 Mei 2026

Wakil Bupati Syafrizal Pimpin Upacara Peringatan Harkitnas ke – 118

20 Mei 2026

Perwakilan PJI Kolaka Timur Resmi Ditetapkan, Tonggak Baru Pers Bermartabat di Bumi Sultra

Bupati Pesisir Barat Ajak Tingkatkan Semangat Pendidikan dan Kebangkitan Nasional Dalam Upacara Harkitnas 2026

Polres Batu Bara Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-118 Tahun 2026

Setelah Direnovasi Akhirnya Jembatan Gantung di Desa Tanggumong Diresmikan Kapolres Sampang

Kalimantan Barat dan Kembalinya Negara Sentralistik: Pembangunan, Oligarki, dan “Kolonisasi Baru” dari Jakarta

Senyum Anak-anak Batu Nyangka: Saat Asa Pendidikan Di Pelosok Tanggamus Diwujudkan TNI

PT. Suara Siber Indonesia

  • DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI

© 2021 zonapos.co.id

No Result
View All Result
  • Advertorial
    • Banyuwangi
    • Batu Bara
    • Tanjabbarat
    • Bondowoso
    • Cukai
    • DPR
    • Kota Malang
    • Pesisir Barat
    • Bengkayang
    • Kab. Malang
    • Pringsewu
    • Bengkayang
    • Tanggamus
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosbud
  • Hukum
    • Kriminal
  • TNI-POLRI
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Gaya Hidup

© 2021 zonapos.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In