PEKANBARU, Zonapos.co.id – Calon Gubernur Riau, Abdul Wahid, bersama Ustad Abdul Somad (UAS), mantan Bupati Siak Arwin AS, tokoh Melayu Rokan Hilir Asri Auzahar, dan sejumlah relawan termasuk Fadila Saputra dari Dewan Pertimbangan DPP Aliansi Media Indonesia (AMI), menggelar acara Ngopi Bareng. Jumat (13/09/2024).
Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, yakni Kedai Kopi Bengkalis Arengka dan Kedai Kopi Rumpun di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru.
Acara ini dipadati oleh ratusan masyarakat, insan pers dari berbagai media cetak dan elektronik, serta perwakilan organisasi pers dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Abdul Wahid, dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme masyarakat dan pers yang hadir.
“Kehadiran kami di sini untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan pers, serta membangun hubungan yang lebih dekat. Apa yang disampaikan hari ini akan menjadi masukan penting bagi kami untuk mewujudkan yang terbaik bagi masyarakat dan pers di Riau,” ujarnya.
Ustad Abdul Somad, yang turut hadir, memberikan pandangan penting terkait pemilihan pemimpin. Ia mengajak masyarakat untuk mengenali calon pemimpin sebelum menentukan pilihan.
“Jangan memilih pemimpin tanpa mengetahui siapa dia. Saya sudah kenal Pak Wahid sejak lama, dia tidak memiliki masalah hukum dan tata kramanya baik. Dia juga tanggap terhadap keluhan masyarakat,” kata UAS.
UAS juga menekankan pentingnya pembenahan infrastruktur di Riau, terutama terkait kondisi jalan yang rusak. Dia berharap, jika Abdul Wahid dan SF Hariyanto terpilih sebagai pemimpin, mereka akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur.
UAS bahkan berkomitmen untuk mendukung penuh kemenangan Abdul Wahid dalam pemilihan gubernur. “Kami akan berkeliling bertemu para datuk dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama memenangkan Abdul Wahid,” tegasnya.
Di sela-sela acara, Ismail Sarlata, Ketua Umum DPP AMI, menanyakan komitmen Abdul Wahid terkait kebebasan pers di Riau.
“Apa yang akan Bapak lakukan untuk melindungi perusahaan pers di Riau agar tidak terbungkam oleh kebijakan pemerintah, seperti Pergub yang membatasi media?” tanya Ismail.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Abdul Wahid menegaskan bahwa pers adalah pilar keempat demokrasi dan berperan penting dalam pembangunan.
“Saya siap menerima kritik dari masyarakat dan pers. Jika diberi amanah menjadi Gubernur Riau, tidak akan ada pembatasan terhadap pers. Pers harus bebas untuk berperan dalam pengawasan dan penyebaran informasi,” jawabnya dengan penuh keyakinan.
Acara ini diakhiri dengan suasana penuh keakraban, di mana Abdul Wahid berjanji akan terus memperhatikan aspirasi masyarakat dan insan pers di Riau demi kemajuan daerah.
Doris Putra, Sumber: DPP AMI





























